Bab 85

1319 Kata

Licik. Pria itu benar-benar licik. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, Raga akhirnya berhasil menembus pertahanan Lintang. Pria itu tahu benar kapan harus berhenti, dan kapan waktu yang tepat untuk melanjutkan permainannya. Lintang sampai tidak punya waktu untuk berpikir, karena sentuhan Raga sudah lebih dulu memenuhi setiap setiap sel saraf yang ada pada tubuhnya. “Makasih,” ucap Raga setelah memberi satu kecupan pada puncak kepala Lintang. Senyum Raga mengembang lebar, karena semua yang direncanakannya benar-benar berjalan sempurna. Akhirnya, malam itu Lintang sudah menjadi milik Raga seutuhnya. Tanpa hambatan, tanpa keraguan. Sementara Lintang, masih tidak mengerti harus memberi respons seperti apa. Ada sesal yang menyelinap, tetapi semua itu tertutupi dengan sikap manis Raga.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN