Lintang langsung menghela besar, saat baru saja masuk melewati pintu pagar. Di teras rumah, sudah ada Raga yang berdiri sembari memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana. Memandang datar kepadanya. Untuk apa pria itu berdiri di sana? Sementara Lintang, terus saja membawa motornya menuju garasi dan memarkirkannya lebih dulu. “Hari sudah hampir malam, tapi kamu baru pulang.” Lintang langsung berjengit kaget, karena suara Raga tiba-tiba berada di belakangnya. Padahal, ia baru saja menurunkan standar motor, tetapi pria itu sudah berada di garasi, menyusulnya. “Mas!” hardik Lintang spontan berbalik, dan memegangi dadanya. “Jangan ngagetin orang!” “Ini sudah jam berapa?” tanya Raga mengabaikan ocehan Lintang. “Kenapa duluan aku yang sampai rumah?” Mulai … Pria kembali menunjukkan ke

