Bab 11

1785 Kata

Arvin dan Zahra sedang duduk di ruang tengah ketika bel rumah mereka berbunyi. Zahra yang sedang membuat catatan untuk ditinggalkan di kafe selama mereka pergi ke puncak, menoleh ke arah Arvin. “Siapa ya, Mas?” tanyanya. Arvin sudah lebih dulu bangkit. Begitu pintu dibuka, udara malam bercampur aroma familiar langsung menyergap—aroma sambal, daun jeruk, dan minyak panas yang seolah ikut terbawa dari dapur rumah masa kecilnya. “Ma?” Arvin terkejut setengah tertawa. Ibu Arvin berdiri di ambang pintu dengan senyum puas, kedua tangannya memeluk sebuah keranjang besar yang ditutup kain batik. Di belakangnya, sopir keluarga menurunkan satu tas tambahan. “Masuk dulu, Ma,” kata Arvin cepat, reflek mengambil keranjang itu. Lengannya langsung terasa berat. “Ini… isinya apa semua?” Ibu Arvin ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN