Bab 64

1990 Kata

Siang itu rumah Arvin dan Zahra dipenuhi cahaya matahari yang masuk dari jendela-jendela besar di ruang keluarga. Angin bertiup pelan, menggerakkan tirai tipis berwarna putih dan abu-abu yang menggantung rapi. Suasana terasa tenang, hanya sesekali terdengar suara gumaman kecil dari kamar bayi. Zahra sedang duduk di sofa sambil melipat pakaian kecil milik si kembar. Tangannya bergerak cekatan, melipat baju-baju mungil itu dengan rapi, sesekali tersenyum sendiri melihat ukuran yang begitu kecil. “Lucu banget…” gumamnya pelan. Arvin sendiri duduk di meja di seberang Zahra, membuka laptop, meskipun sesekali matanya melirik ke arah kamar bayi. Seolah memastikan semuanya baik-baik saja. Tiba-tiba... Ting tong. Suara bel rumah memecah keheningan. Zahra mengangkat kepala. Arvin menoleh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN