Bab 49

1916 Kata

Pagi hari berikutnya di kamar VIP itu terasa jauh lebih tenang. Sinar matahari masuk melalui jendela besar, menerangi ruangan dengan cahaya hangat. Dua boks bayi di samping tempat tidur Zahra kini menjadi pusat perhatian setiap orang yang masuk. Rafayel dan Arka masih tertidur pulas, napas kecil mereka terdengar lembut di tengah keheningan pagi. Zahra bersandar di tempat tidur dengan bantal tinggi di punggungnya. Wajahnya masih pucat karena kelelahan, tetapi sorot matanya jauh lebih segar dibanding malam sebelumnya. Arvin duduk di kursi dekat ranjang sambil menatap kedua putranya. Sesekali ia bangkit hanya untuk memastikan selimut bayi itu tidak bergeser. Zahra memperhatikan tingkah suaminya dengan senyum kecil. “Mas.” Arvin menoleh. “Iya?” “Kamu sudah ngecek selimut mereka tiga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN