Emosi Bumil.

1186 Kata

Emran terkejut ketika Azuraa tiba-tiba masuk, reflek dia menurunkan tangannya yang sedang memegang ponsel dan tersenyum gugup. “Eh, Sayang!” ujarnya sambil mematikan teleponnya diam-diam. Azuraa menyadari itu, dia melirik ke arah ponsel di tangan Emran. “Kau menelepon siapa? Sudah selesai?” tanyanya dengan nada menyindir. Emran tahu sikapnya sudah membuat Azuraa curiga, tapi dia tak bisa menjelaskan yang sebenarnya sekarang. “Ini Amara, aku sedikit memarahinya karena kerjanya tidak benar hari ini!” kata Emran. Azuraa mengeratkan rahangnya, sekilas rasa sakit menyambar hatinya karena dia tahu jika Emran sedang berbohong. “Ya, baiklah!” katanya seraya berlalu, berniat untuk ke kamar mandi. Matanya sudah memanas dan dia tidak ingin menangis di hadapan Emran. “Sayang, tunggu!” Emran m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN