Pagi itu rumah terasa lebih hidup dari biasanya karena suara bel berbunyi panjang dan cepat, seperti orang yang terlalu semangat menunggu pintu dibuka. Ryujin yang sedang duduk di ruang tengah sambil melipat pakaian kecil milik Jasmine langsutng menoleh, lalu tersenyum kecil ketika mendengar suara khas dari luar. “Buka dong, ini aku!” terdengar suara Luna dari balik pintu. Ryujin tertawa kecil. “Masuk saja, tidak dikunci!” Pintu terbuka dan Luna muncul dengan wajah cerah, rambutnya tergerai rapi, satu tangan memegang tas besar, tangan lainnya membawa kotak berwarna pink mencolok. Perutnya sbudah terlihat membesar jelas di balik dress hamil yang ia kenakan. “Lihat apa yang aku bawa!” seru Luna penuh semangat. Jasmine yang sedang duduk di karpet langsung menoleh cepat. Matanya berbinar

