Julian 105

907 Kata

Restoran yang berdiri megah di tengah kawasan elit Jakarta. Bangunannya tinggi dengan dinding kaca besar, lampu kristal menggantung anggun di langit-langit, dan lantai marmer yang berkilau memantulkan langkah setiap tamu yang masuk. Pelayan berseragam rapi menyambut dengan senyum profesional. Geo melangkah masuk lebih dulu, lalu menoleh ke Luna yang berjalan di sampingnya. “Kau yakin mau melakukan ini?” tanya Geo pelan dan tak yakin menatap pada Luna. Luna menarik napas panjang. Jari-jarinya menggenggam tali tas lebih erat. “Aku harus yakin. Kalau tidak, semua ini akan terus menghantuiku.” Geo mengangguk. “Aku ada di sini. Bersama dirimu dan selalu bersamamu.” Mereka diarahkan ke sebuah meja di sudut restoran, area yang cukup privat dengan sekat tanaman hijau dan pencahayaan lembut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN