Julian 151

646 Kata

Farah menggendong Jasmine dengan wajah berseri sejak Ryujin menyerahkan putri kecilnya itu ke dalam pelukan Mama mertuanya. “Sudah sana pergi,” ujar Farah sambil tersenyum lebar. “Dari tadi Mama tunggu kesempatan jaga cucu Mama tanpa diganggu kalian.” Ryujin terkekeh kecil. “Mama yakin nggak keberatan?” “Keberatan?” Farah menggeleng cepat. “Mama malah senang. Jasmine itu bikin rumah hidup.” Julian membungkuk sedikit, mencium pipi Jasmine. “Papa pergi sebentar ya, princess.” Jasmine merespons dengan ocehan kecil dan senyum lebar. Ryujin menatap pemandangan itu sebentar, lalu menghela napas pelan. “Baik-baik ya, Mama.” Farah melambaikan tangan. “Pergi sana. Nikmati waktu kalian.” Begitu pintu tertutup, mobil Julian melaju meninggalkan rumah orang tuanya. Di dalam mobil, suasan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN