Julian 186

3120 Kata

Mobil melaju tenang meninggalkan area hotel. Lampu-lampu kota memantul di kaca jendela, menciptakab.n bayangan lembut di wajah Ryujin yang duduk di kursi penumpang. Ia menguap sekali. Lalu dua kali. Lalu tiga kali berturut-turut tanpa menutup mulut dengan sempurna karena terlalu lelah. Julian melirik sekilas sambil menyetir. Senyum kecil muncul di sudut bibirnya. “Sudah tidak kuat?” Ryujin mengangguk pelan, matanya setengah tertutup. “Capek…” “Baru jam segini,” Julian menggoda ringan. Ryujin bersandar ke kursi. “Ramai sekali. Kepalaku pusing.” Julian menurunkan sedikit volume musik di mobil. “Tidur saja. Jangan ditahan.” Ryujin menggeleng pelan. “Nanti sampai rumah saja.” Julian meliriknya lagi. “Aku yang bangunkan.” Ryujin akhirnya mengangguk kecil. Kelopak matanya makin berat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN