Julian 20

1819 Kata

Julian menatap Leonardo dari balkon lantai atas, tubuhnya tegap, wajahnya dingin seperti es yang tak pernah meleleh. Setiap gerakan Leonardo di lantai kasino Meksiko itu terekam jelas dalam matanya. Julian tahu setiap langkah, setiap napas musuhnya, bahkan getaran tangan yang mencoba menahan pistol. Anak buahnya, puluhan pria berpakaian hitam, bergerak diam-diam, menutup semua jalur pelarian. Julian tersenyum tipis, senyum yang menakutkan sekaligus memukau. Senyum itu adalah pengingat bagi Leonardo bahwa tidak ada jalan kembali, tidak ada peluang untuk menang. Ryujin berdiri di sisi Julian, matanya melebar, mulutnya sedikit terbuka, menelan ludah berulang kali. Tangannya menggenggam pegangan balkon, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Ia tidak bisa melepaskan pandangan dari k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN