Kafe itu berada di pusat kota, dengan jendela-jendela besar yang memantulkan cahaya sore, furnitur modern dengan sentuhan mewah, dan aroma kopi serta kue-kue yang membuat suasana hangat sekaligus nyaman. Geo sudah menunggu di salah satu meja di dekat jendela, duduk dengan sedikit gugup, matanya sesekali melirik ke pintu masuk. Ia tahu Luna akan datang, dan jantungnya berdetak lebih kencang setiap kali membayangkan momen itu. Tak lama, Luna muncul dari pintu kafe. Ia mengenakan dress merah yang menawan, potongan yang sederhana namun elegan, membuatnya terlihat anggun. Mata Luna menangkap Geo dari kejauhan, dan ia tersenyum lembut, meskipun hatinya juga berdebar-debar karena suasana yang begitu formal namun intim ini. Geo melihat Luna dan langsung melambai, wajahnya sedikit merah karena gu

