Julian 45

2942 Kata

Luna berdiri di balik bayangan gedung tinggi, matanya menatap dengan tajam ke arah apartemen Julian dan Ryujin. Dari kejauhan, ia bisa melihat Ryujin duduk di kursi ruang makan, tersenyum manis sambil memegang tangan Julian, sementara Julian menatapnya dengan penuh cinta dan kelembutan. Mata Luna mulai memerah, dadanya sesak, jantungnya berdegup kencang seperti ada yang menekan dari dalam. Ia tidak pernah menyangka bahwa melihat kebahagiaan mereka dari jarak jauh bisa menimbulkan rasa sakit yang begitu dahsyat. “Kenapa… kenapa mereka bisa begitu bahagia… dan aku… aku… tidak bisa memiliki Julian?” gumam Luna dalam hati, suaranya bergetar penuh emosi. Tubuhnya gemetar, tangan gemetar hingga ia hampir kehilangan keseimbangan. Ia menunduk, mencoba menahan air mata yang sudah jatuh di pipi. Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN