Julian 167

2238 Kata

Ryujin berdiri di balik pintu, satu tangannya masih memegang gagang, alisnya mengernyit saat menatap lelaki asing di hadapannya. Lelaki itu berusia sekitar awal tiga puluhan, berpakaian rapi tapi sikpapnya terlalu santai untuk ukuran tamu yang baru pertama kali datang. Senyumnya tipis, matanya menilai isi rumah di belakang Ryujin tanpa sungkan. “Siapa?” tanya Ryujin, nadanya waspada. “Aku sepupu Julian,” jawab lelaki itu singkat, lalu—tanpa menunggu dipersilakan—melangkah maju. “Maaf—” Ryujin refleks menghalangi dengan satu langkah. “Tunggu dulu.” Lelaki itu berhenti setengah langkah, menoleh dengan ekspresi heran yang dibuat-buat. “Oh. Maaf. Kebiasaan. Namaku Arman.” Ryujin tidak langsung mundur. “Aku belum pernah dengar.” Arman mengangkat bahu. “Keluarga besar. Kamu tahu sendiri. K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN