Julian 107

794 Kata

Malam itu tidak datang dengan cepat dan terlalu menenangkan. Langit berubah warna perlahan, dari biru pucat menjadi jingga lembut, lalu berangsur gelap dengan sunyinya. Rumah Julian sudah dipenuhi aroma masakan sejak sore. Tidak ada suasana terburu-buru, tidak ada tekanan apa pun. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya, seperti sebuah malam makan bersama yang sederhana namun hangat. Julian memang sengaja mengundang Luna dan Geo. Bukan untuk membahas hal berat, bukan pula untuk mengorek luka lama. Ia hanya ingin makan malam bersama, duduk satu meja, berbagi cerita ringan, seperti dulu sebelum semuanya sempat rumit oleh salah paham dan emosi. Ryujin berada di dapur sejak tadi, memasak dengan begitu santai. Sesekali ia menoleh ke arah ruang tengah, memastikan Jasmine yang berusia tujuh bula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN