Julian 126

3150 Kata

Malam itu apartemen mewah di Jeju terasa terlalu sunyi. Lampu-lampu kota terlihat jauh di balik kaca besar, berkilau dingin, kontras dengan d**a Ryujin yang sesak. Sejak sore mereka tiba, Ryujin tidak benar-benar tenang. Tangannya tidak pernah lepas dhari tubuh kecil Jasmine. Bahkan ketika bayi itu tertidur, Ryujin tetap terjaga, menatap wajah mungil yang tampak pucat karena kelelahan. Julian baru saja merebahkan diri ketika suara rengekan kecil terdengar. Pelan. Serak. Tidak biasa. Ryujin langsung membuka mata. “Jasmine…” bisiknya panik. Bayi itu menggeliat, wajahnya memerah, keningnya basah. Tangisnya tidak keras, justru tertahan, seperti bayi yang terlalu lelah untuk menangis namun tubuhnya menolak diam. Ryujin langsung mengangkatnya. Saat kulit bayi itu menempel di dadanya, Ry

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN