“Mas Nonooo …” Tanpa sungkan, Cibi yang berlari dari luar langsung duduk di pangkuan Noah yang tengah bermain play station di ruang keluarga. Noah memutar bola matanya. Lelah rasanya mengoreksi nama panggilan yang disematkan oleh Cibi padanya. Dari Noah, menjadi Nono. Sudah berulang kali diperbaiki, tetapi tetap berakhir sia-sia. Gadis kecil yang sudah duduk di pangkuan sekarang, pasti baru saja datang dengan mamanya dan langsung melesat masuk ke dalam rumah tanpa sungkan. Cibi memang sudah menganggap kediaman Aryan seperti rumahnya sendiri. “Aku mau bibimun sama mama, sama papa,” ujar Cibi bersandar santai pada tubuh Noah yang bersila, sambil menatap layar televisi. “Bibimun? Apa itu bibimun?” tanya Noah sedikit bingung. Namun, hal tersebut tidak memecah konsentrasi bermainnya sam

