139~BC

1295 Kata

Napas Ranu tertahan ketika mendengar kalimat Altaf berhenti tepat sebelum menyebut namanya. Kegelisahannya semakin menjadi-jadi dan keringat dingin mulai membasahi telapak tangan. “Tarik napas dulu,” ucap Danuar sambil mengusap punggung Altaf, “gugup itu wajar, jadi relaks. Biarkan mengalir. Kita tinggal selangkah lagi.” Altaf mengangguk kecil, tetapi sorot matanya tidak bisa berbohong. Ada banyak hal yang berputar di kepalanya dan satu nama lain hampir saja lolos begitu saja dari bibirnya jika ia tidak menghentikan kalimatnya. “Fokus,” timpal Raksa sedikit keras, penuh penekanan. “Minum dulu,” ucap Cinta menyerahkan botol air mineral pada Altaf, sambil meremas erat bahu pria itu. Begitu mendengar kalimat Altaf terhenti saat hendak menyebut nama, di situlah Cinta bangkit dan bergeg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN