“Pergi ke mana klienmu, Van?” tanya Danuar kembali mendatangi kantor Kiano di awal jam kerja. “Anak-anaknya nggak ada yang bisa hubungi dia.” “Klien? Kiano?” “Memangnya siapa lagi?” “Kemarin sore dia ke sini.” Danuar mengangguk kecil. Sebagai awalan, Ivan berkata jujur karena Kiano memang kembali ke Firma Adiningrat di sore harinya. Sesuai dengan laporan Yosep. “Tapi Altaf dan Cia nggak bisa hubungi dia dari kemarin,” ujar Danuar duduk berseberangan dengan Ivan. “Sebentar.” Ivan meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Kiano. Namun, ponsel pria itu tidak aktif. Ia sampai mengulang sampai tiga kali tetapi hasilnya sama saja. “Nggak aktif. Tapi kita tunggu aja. Siapa tau dia masih tidur dan batre hapenya habis.” Danuar mengiyakan, tidak memberi argumen apa pun agar Ivan tidak curiga

