Alex yang masih terhubung dengan sang atasan melalui sambungan telepon, terkejut ketika mendengar suara pekikan keras dari dalam ruang rawat. Apalagi dia mengenali suara itu. “Nyonya Louisa.” “Lex … apa yang terjadi?” Di tempatnya, Sebastian panik. Alex mematikan sambungan, tapi dia sempat mendengar suara jeritan. Jantungnya berdetak kencang. Menurunkan ponsel, Sebastian meremas kuat benda penghubung tersebut. “Pa-pa.” Suara lemah Ellio terdengar. Dengan jantung yang masih berdetak kencang, Sebastian melangkah lebar menghampiri ranjang kemudian mengangkat tubuh sang putra. “Ellio harus makan, lalu minum obat. Setelah itu kita susul mommy, oke?” Sebastian memutar langkah. Kaki pria itu terayun lebar keluar dari kamar. Perasaannya tidak tenang. *** Sementara itu, Alex mendorong kasar

