“Jangan lupa. Kalau buah anggurnya habis, beli. Mommy Ellio tidak bisa tidak makan anggur.” Sebastian mengingatkan nanny Ellio yang sedang memasukkan buah anggur hijau tanpa biji ke dalam tepak. “Iya, Tuan.” Sang nanny menjawab setelah menoleh. Mengernyit mendapati sang tuan berdiri di sebelahnya. “Bawa yang merah juga. Ellio juga suka.” “Baik, Tuan.” Sebastian mendesah. Jika saja dia tidak punya meeting penting yang menyangkut perut banyak orang, dia pasti akan mengikuti istri dan putranya. Rasanya Sebastian begitu berat melepas mereka untuk dua hari. “Papa!” Suara keras Ellio membuat Sebastian memutar tubuh. Melihat sang putra yang sudah rapi membuat Sebastian tersenyum. Ellio terlihat begitu tampan dengan jaket hoodie yang melapisi kemeja putih dan celana panjang kain berwarna cok

