Cerita Abi Ahmed

1400 Kata

“Sayang, tahan emosi,” bisik Mas Arayan. Mana bisa aku menahan emosi saat melihat wajah rubah sholeha. Bayangkan saja sekarang aku dan suami tengah duduk di depan perempuan yang paling kami benci dan harus bersikap sopan karena statusnya telah berubah. Dari mantan Ipar sekarang menjadi Ibu Tiri. Sungguh menjijikkan, saking jijik nya aku ingin muntah di depannya. Aku yang melihat kelakuannya saja malu, tapi Sheila sangat menikmati perlakuan manis dari Abi Ahmed. “Perasaan kita juga masih pengantin baru, tapi gak gitu-gitu amat menunjukkannya,” dumel ku sambil mendengkus. “Biarkan saja, Sayang.” “Tujuan Abi ngajakin kita makan malam itu apa? Mau pamer kalau beliau sudah bahagia dengan Istri barunya. Ckck, sungguh kekanakan.” Mas Arayan mengusap punggung dan lengan ku dengan lembut. Seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN