Beni menghela napas lega saat Panji dan Florentina tiba di tempatnya berada. Sejak tadi pria itu tak berani untuk membuka mobil meskipun sudah banyak orang yang berada di sekitarnya. Ketukan yang dilakukan secara pelan pun menimbulkan rasa trauma di dalam hati Beni. Padahal orang-orang itu hanya khawatir dengan nasib orang yang berada di dalam mobil yang ringsek akibat perbuatan para pria yang telah menculik Olivia. Dengan gemetar Beni keluar dan langsung berlutut dan memohon ampun di hadapan Panji, sampai-sampai membuat pria itu dan Florentina tidak enak dengan tatapan sinis yang dilayangkan oleh orang-orang yang berada di sekitar mereka bertiga. "Beni, tenangkan diri kamu dan jelaskan perlahan apa yang terjadi pada Olivia." Pinta Florentina saat mendengar suara kasak-kusuk yang semaki

