"Sepertinya sudah ada yang menyadari perasaannya." Goda Armand yang membuat Olivia semakin cemberut. "Om ..." Terdengar protes dari bibir Olivia dan tak lama pipinya bersemu merah. "Jadi bagaimana Olivia, kamu mau suami kamu datang atau enggak?" tanya Armand kembali dengan nada menggoda. Olivia hanya dapat menggangguk karena terlalu malu dengan kedua pria paruh baya itu. Dia merasa seperti gadis ABG yang sedang merasakan jatuh cinta saja, padahal Panji adalah pria kedua yang mampu menggetarkan hatinya. "Kalau begitu berusahalah selama 2 bulan ini untuk meningkatkan restoran kamu. Panji juga merasa bangga memiliki istri seperti kamu yang pandai mengelola bisnis," ucap Armand. "Benar apa kata Pak Armand, Mbak Olivia. Mas Panji itu adalah CEO dari Mahendra Grup yang sahamnya termasuk pal

