Olivia beserta dengan yang lainnya meninggalkan kediaman Handoko tepat jam 20:00. Belum cukup malam sebenarnya, tapi Olivia sudah merasakan kantuk yang amat hebat. Mobil baru melaju sebentar saja dia sudah terlelap, membuat Florentina yang melihatnya merasa kasihan. "Kasihan Olivia, pasti dia syok saat mengetahui kenyataan jika papanya seburuk itu," ucap Florentina dengan pelan karena takut membangunkan Olivia. "Ya mau diapain lagi, Oma. Dalamnya hati manusia tidak ada yang dapat menebaknya kecuali Tuhan dan manusia itu sendiri," timpal Santoso. "Nji, bagaimana dengan rencana resepsi kalian? Sudah sampai mana persiapannya?" tanya Andreas yang duduk di samping Panji yang sedang mengemudi. "Kata Morgan sudah 70%, Pah. Tadi kenapa nggak langsung tanya sama orangnya?" jawab Panji deng

