"Boy!" Tegur Panji yang merasa kesal dengan celetukan Boy. Boy hanya dapat meringis saat mendengar Panji yang menyahutinya dengan sinis dan merutuki dalam hati karena telah kelepasan bicara. "Maaf, Pak. Saya hanya mengatakan pendapat dan melihat kenyataan jika Bapak pernah terpedaya sama wanita itu," ucap Boy yang memilih untuk mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. "Untuk yang sekarang saya akan melibatkan kamu dan teman polisi saya," kata Panji yang membuat Boy terbelalak. Kalau saja Panji bukan atasannya sudah pasti Boy akan mengamuk hebat pada pria yang menampilkan raut wajah tak bersalahnya. "Tenang saja gaji kamu akan saya naikin 15% mulai bulan ini," ucap Panji yang segera menuju mobil Boy. "Kalau begini ceritanya saya jadi enak, Pak," sahut Boy yang segera berlari kecil me

