Author POV “Oh … ini dia pelakornya datang.” Langkah kaki Sean menuju meja dengan suster Indah yang duduk di belakangnya—terhenti. Kepala wanita itu menoleh ke arah datangnya suara. Sean menatap tajam wanita yang kini sedang menghela langkah ke arahnya. Dari ekor matanya, Sean bisa melihat tatapan kaget beberapa Ibu yang sedang mengantri bersama anak mereka. Sean mengeratkan katupan sepasang rahangnya, sementara netra dokter tersebut tidak melepas sedetik pun--gerakan Maya yang semakin mendekatinya. Sean tersentak. Refleks, kaki wanita itu terhela ke belakang ketika Maya tiba-tiba saja mendorong bahu kanannya. Sean melirik orang-orang di sekitar mereka yang kini sudah menjadikan mereka tontonan gratis. “Kalau ada yang ingin anda katakan, mari bicara di dalam.” Sean Malu. Sungguh. Ma

