Author POV Sean duduk dengan jantung berdebar kencang. Sangat kencang, hingga rasanya ia tidak sanggup untuk menahan benda tersebut tetap berada di dalam sana. Di luar, Elang sedang bersiap mengucapkan ikrar ijab kabul. Menjawab wali hakim yang menggantikan papanya yang tidak bisa hadir. Sean meremas pelan telapak tangannya. Wanita itu membelah sepasang bibirnya. Memasukkan pelan oksigen sebanyak mungkin, sebelum menghembus karbondioksida sedikit demi sedikit. Debar di dadanya semakin menggila. Sean menelan saliva begitu mendengar acara sudah dimulai. Remasan tangan wanita itu menguat seiring dengan waktu yang terus berlalu, hingga ia akhirnya mendengar suara bariton Elang, menyebut namanya dalam ikrar ijab kabul. Di hadapan Tuhan langsung Elang mengambil alih tanggung jawab atas dir

