Author POV Elang merasa tidak terlalu lama berada di dalam kamar mandi. Namun, ketika keluar, ia mendapati Maya sudah tertidur di ranjangnya. Elang menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan. Pria itu melanjutkan ayunan kaki menuju ranjang, lalu mengambil bantal dan guling. Elang menuju sofa panjang di sisi lain kamarnya, lalu menata bantal dan merebahkan tubuh lelahnya di sofa tersebut. Pria itu mendesah. Elang menarik ke atas kedua tangan untuk menumpu kepala dengan rambut yang masih setengah basah. Tidak! Dia belum akan tidur. Pria itu hanya ingin meluruskan punggungnya untuk beberapa saat. Maya membuka sedikit kelopak matanya. Wanita itu menatap sang suami dengan sorot mata sendu. Sementara hembusan napas wanita itu tersendat. Maya sungguh mencintai Elang dan menging

