Sudah hampir satu minggu, Roy kepikiran akan sesuatu, entah kenapa semenjak kejadian siang itu, dia menjadi memikirkan wajah Vera yang sempat menoleh ke arahnya. "Apa aku sudah gila? Kenapa pikiranku malah di penuhi olehnya? Aku bahkan tidak mengenalnya." Gumam Roy. "Kenapa kau melamun?" Malvin masuk ke dalam ruangan Roy karena ingin memberikan sesuatu kepadanya, "Tidak apa." Ucap Roy yang menerimanya. "Tumben sekali kau yang menghampiriku, biasanya kau sangat malas dan pasti memintaku untuk datang ke kantormu." Sindirnya. "Kebetulan lewat." Ucap Malvin lalu duduk di sofa. Roy akhirnya menghampiri sahabatnya dan menemaninya duduk di sana. "Aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu." Ucap Roy tiba-tiba yang di tanggapi Malvin dengan deheman lalu meminum minuman yang ada di atas meja

