Radit memboyong iatrinya saat sudah pukul 10 malam karena ternyata Flora merasa mual dan pusing. "Mungkin aku kelelahan, ini pesta pertamaku." Ucap Flora lalu melepaskan gaunnya karena dia jelas saja merasa berat saat memakai gaun itu. Radit menelan salivanya dengan susah karena Flora malah membuka gaunnya di depannya. "Saayang." Radit menggaruk dahinya dan berusaha mengalihkannya, dua minggu tidak berhubungan dengan Flora, tentu saja dia merindukannya dan merindukan penyatuan dengannya, hanya saja Radit tidak mungkin menganggunya malam ini, apalagi Flora tadi mengadu mual dan pusing. Flora terkekeh dan membalikkan tubuhnya karena lupa jika ada Radit di sana. "Aku berganti baju di depanmu, tidak masalah bukan, Sayang?" "Hm, tidak masalah, cepat pakai bajumu dan istirahatlah, aku aka

