Livia masuk ke dalam kamarnya dan menghela nafas panjangnya, dia sudah psrah dengan jodohnya karena memang dia hanya ingin di cintai saja, setelah dia di cintai dan menikah dengan pria pilihannya, maka pasti dia akan bisa mengimbanginya dan mungkin saja perlahan dia akan cinta kepadanya. "Dia mengenalku, dan aku mengenalnya? Sejujurnya aku penasaran siapa yang di jodohkan denganku dan katanya sangat mencintaiku." Gumam Livia yangs edari tadi bertanya-tqnya. Hanya saja dia tidak bertanya lebih lanjut karena ayahnya ingin mengatur pertemuan mereka terlebih dahulu. Sedangkan di tempat lain, Radit yang sedang berkumpul dan mengobrol dengan istri dan putranya menghentikan pembicaraan mereka karenq Roy menghubunginya. "Ada apa? Tumben sekali kau menghubungiku." Ucap Radit. "Aku sudah mengata

