Sesampainya di negara tujuan, mereka langsung mengmudikan mobil mereka menuju mansion besar milik Malvin karena memang dia memilikinya di sana. "Ini, meskipun satu kantor juga muat." Ucap Livia yang mengagumi mansion milik Malvin. "Jika tidur di lantai semua muat, jika di kamar jelas saja tidak." Vincent menyauti yang membuat Livia menoleh. "Memangnya kamarnya berapa? Bukan ratusan?" Tanya Livia. "Kau pikir ini hotel." Jawabnya terkekeh dan menjitak pelan kening Livia, jelas saja dia terkejut dan cemberur namun akhirnya tetap masuk ke dalam saat semuanya sudah masuk. "Di sini kamarnya ada 12. Kalian pilih saja kamar mana yang kalian suka." Ucap Malvin yang di mengerti oleh mereka. Malvin dan Clarisa langsung naik menuju lantai dua, di mana di sana adalah kamar mereka, dan tidak boleh

