38. Tingkah Konyol Nathaniel

1047 Kata

Sinar matahari pagi menembus jendela besar ruang makan apartemen penthouse itu, memberikan kesan hangat yang kontras dengan kecanggungan di antara kedua penghuninya. Joceline baru saja duduk di kursi meja makan, tangannya baru hendak meraih teko kopi saat tiba-tiba sebuah tangan besar menyambar teko itu lebih dulu. ​“Jangan kopi,” suara berat Nathaniel terdengar datar. ​Joceline mengernyit bingung. “Nath, aku cuma mau satu cangkir kecil supaya tidak mengan—” ​“Tidak. Kopi tidak baik untuk janin, Jo,” potong Nathaniel tanpa menatapnya. Ia meletakkan teko kopi itu jauh dari jangkauan Joceline, lalu dengan gerakan cepat, ia menyodorkan segelas besar s**u putih hangat yang entah sejak kapan sudah ia siapkan. “Minum ini saja sampai habis." ​Joceline menatap gelas s**u itu, lalu menatap Nath

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN