31. Siapa, Ayahnya?

997 Kata

Dinding-dinding apartemen yang biasanya memberikan ketenangan dan kenyamanan, malam ini terasa seolah menghimpit Joceline dari segala sisi. Ia melangkah masuk dengan kaki yang masih terasa berat, dituntun oleh Samantha yang tampak jauh lebih tenang dibanding dua wanita lainnya. Nathaniel? Jangan tanya pria itu. Jelas tidak ada di sana. Seperti permintaan Joceline saat di rumah sakit, pria itu menghilang begitu saja di parkiran rumah sakit dengan dalih ‘urusan mendesak’ yang harus segera diselesaikan dengan team pengacaranya. ​Begitu pintu kamar Joceline tertutup, atmosfer ruangan seketika berubah menjadi pengadilan tanpa hakim. Emmeline tidak bisa lagi membendung rasa sesaknya, sementara Shenina berdiri di sudut tempat tidur dengan wajah yang memerah karena amarah yang tertahan. ​“Seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN