“Apa kamu masih mencintai Joceline, Nath?” Jeremiah bertanya dengan suara rendah yang mengancam. Napasnya bahkan masih tersenggal akibat pukulan berkali-kali yang ia layangkan. Nathaniel terdiam sejenak, melirik Joceline yang masih berada dalam pelukan Arcelia. “Tidak.” jawaban tegas itu keluar tanpa keraguan sedikit pun. “Seperti yang Joceline bilang bahwa itu adalah kesalahan satu malam. Tapi, aku akan tetap bertanggung jawab. Aku yang akan menikahi Joceline.” See, dia membual lagi. Andai saja ada Samantha, mungkin putranya itu sudah habis dikuliti saat itu juga. Nathaniel menatap Jeremiah lurus-lurus. “Karena biar bagaimanapun, anak dalam kandungan Joceline adalah anakku. Aku ayahnya.” Jeremiah kembali mengangkat tangannya, wajahnya makin gelap mendengar kejujuran Nathaniel ya

