33. Hanya Aku yang Mencintainya

1117 Kata

Lampu-lampu di gedung perkantoran mewah itu sudah mulai dipadamkan, namun lantai teratas yang menjadi markas firma hukum Nathaniel masih terang benderang seolah menandakan masih ada kehidupan di dalamnya. Nathaniel duduk di balik meja kerjanya yang luas, menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu kota Jakarta. Ponselnya tergeletak di meja, layarnya sesekali menyala menunjukkan puluhan panggilan tak terjawab dari ibunya, namun ia tak punya keberanian untuk sekadar menyentuhnya. Isi kepala dan hatinya terlalu kalut dipenuhi oleh satu nama, Joceline. Percakapan mereka di rumah sakit siang tadi masih terlalu menyakitkan untuknya. Ia tahu dirinya keterlaluan dengan melemparkan pertanyaan tak masuk akal itu pada Joceline. Namun lagi lagi, jawaban wanita itu selalu d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN