Suasana aula semakin memanas. Bukannya bertanya soal strategi investasi atau saham, sesi tanya jawab malah berubah jadi ajang curhat dan kekaguman terang-terangan dari para mahasiswi. Seorang cewek bernama Vanya, mahasiswi yang dikenal paling fashionable tapi agak bermuka dua dan nggak terlalu dekat sama Tiana, mengangkat tangan dengan gaya yang dibuat-buat anggun. "Pak Leonel," suara Vanya dibuat mendayu. "Banyak yang bilang pebisnis sukses itu biasanya kaku, tapi Bapak ... auranya luar biasa banget. Perfect. Sangat tampan dan kelihatan sangat dominan. Boleh tahu nggak, Pak, tipe wanita seperti apa yang bisa mendampingi pria sesempurna Anda? Karena jujur, siapa pun istrinya, dia pasti wanita paling beruntung sekaligus paling menderita karena harus berbagi Bapak dengan dunia." Semuan

