Undangan pernikahan Hera dan Hendrik Morreti tiba pada sore yang biasa. Tidak dramatis. Tidak mencurigakan. Amplop tebal dengan segel elegan keluarga Blackstone dikirim langsung ke kediaman Maxim Romano. Formal. Terhormat. Seperti undangan pada umumnya. Maxim membukanya di ruang kerjanya. Gwen duduk di sofa dekat jendela, membaca sesuatu di tablet, ketika ia mendengar suara kertas dibuka. “Apa itu?” tanyanya santai. Maxim tidak langsung menjawab. Ia membaca isi kartu undangan itu perlahan. Detail acara. Lokasi. Tanggal. Nama pengantin tercetak jelas: Hera Blackstone dan Hendrik Morreti. Ia menurunkan kartu itu tanpa ekspresi berlebihan. “Undangan pernikahan,” katanya akhirnya. Gwen mengangkat alis. “Serius?” Maxim mengangguk kecil, lalu menyerahkan kartu itu padanya. Gwen m

