78. MASA LALU YANG TERUNGKAP

1625 Kata

Gwen menyalakan lampu kecil di gudang. Cahaya kuning redup langsung menerangi ruangan sempit yang penuh dengan rak kayu tua dan beberapa peti penyimpanan. Udara di dalam terasa lembap dan sedikit berdebu. Ia menaruh kotak pertama di lantai. Tangannya bergerak pelan, menumpuk satu demi satu kotak yang dibawanya. Suara hujan yang menghantam atap seng terdengar jelas dari dalam gudang, menciptakan irama yang anehnya membuat suasana terasa semakin sunyi. Ketika Gwen hendak menaruh kotak terakhir di atas rak, sesuatu menarik perhatiannya. Di sudut gudang, di bawah kain kanvas tua, ada sebuah peti kayu gelap yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Gwen mengerutkan kening. “Apa ini…?” Ia melangkah mendekat perlahan. Peti itu tampak tua namun sangat kokoh. Permukaannya penuh goresan, seola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN