Angin malam menyentuh wajah Gwen pelan. Ia melangkah menjauh dari pintu balkon sebelum Maxim sempat keluar menyusulnya. Pintu kaca ia tutup perlahan cukup untuk membuat ruang kecil itu terasa sunyi. Ponselnya masih menyala. Iya kembali mengingat masa lalunya. Foto itu. Empat anak. Empat dunia yang belum tahu apa-apa tentang perang. Gwen duduk di kursi rotan balkon dan memperbesar gambar itu lagi. Ia tersenyum kecil. “Aku bahkan lupa hari itu …” gumamnya. Foto itu diambil saat ulang tahun Bella yang kesebelas. Mereka memaksa tukang kebun untuk memotret karena tidak ada orang dewasa yang mau repot mengurus anak-anak yang terlalu berisik. Bella berdiri paling tegak, dagunya terangkat. “Aku yang paling cantik nanti!” katanya waktu itu. Nicolas kecil berdiri dengan tangan di saku, wa

