20. Hatiku Mengatakan Kau Didekatku

1544 Kata

Gwen sudah berada di kebun sejak matahari belum sepenuhnya terbit. Lucas duduk di bawah pohon besar, mengantuk, memeluk lututnya sendiri. Hari itu terasa biasa terlalu biasa dan justru karena itulah ada kegelisahan kecil yang tak bisa ia jelaskan, berdenyut pelan di d**a. Sementara itu, di jalan panjang yang membelah ladang dan pepohonan tua, sebuah mobil hitam melaju perlahan menuju rumah besar keluarga Fedro. Maxim duduk di kursi pengemudi, kedua tangannya mantap di setir. Wajahnya dingin seperti biasa, tapi matanya mata itu tidak sepenuhnya ada di jalan. Lima tahun tidak mengurangi ketegangan setiap kali ia kembali ke tempat ini. Rumah kakeknya selalu membawa perasaan yang tak pernah selesai kewajiban, darah, dan hal-hal yang seharusnya ia miliki namun tak pernah benar-benar ia sentu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN