64. Keamanan Terancam

1300 Kata

Langkah mereka semakin cepat menuruni jalan berbatu. Kerikil berderak di bawah sepatu hitam para pengawal yang kini membentuk formasi lebih rapat. Suasana hening yang tadinya sakral berubah menjadi siaga. Maxim membuka pintu mobil untuk Gwen dan Lucas lebih dulu. “Masuk!!" ucapnya singkat, tegas. Lucas merasakan perubahan udara. Ia tidak lagi bertanya, hanya duduk diam sambil menggenggam tangan ibunya. Begitu semua pintu tertutup, iring-iringan bergerak turun dari perbukitan. Kabut pagi masih menggantung rendah, menyamarkan jarak pandang. Jack berbicara melalui earpiece. “Kendaraan abu-abu, dua kilometer di belakang. Tidak terlalu dekat, tapi konsisten.” Maxim menatap spion. Tatapannya tajam, tenang. “Jangan membuat panik rombongan. Rute dua!!" Mobil utama berbelok ke jalan kecil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN