Extra Part 17: Bibit Pick Me

2056 Kata

"Kak Agung—" "Cari mati, ya?!" Agung murka, habisnya pekikan itu ditambah dengan tepukan di bahu, membuat sushi di apitan sumpitnya jatuh ke piring. Kesal dia. Di kantin. Agung berdecak. Siswi yang ber-name tag Yulia itu terlihat panik. Dia menunduk dan berucap maaf. Jelas, jadi pusat tontonan Aylin salah satunya. Heboh, sih. Aylin makan sushi juga, by the way. Menu kantin di sekolah ini berbeda dari menu-menu di sekolahan biasa. "Nah, nah. Padahal si Yulia itu gebetannya," bisik Rani kepada Aylin. "Maaf, Kak ...." "Kalo maaf bisa menebus dosa, penjara gak laku." Kira-kira begitu obrolan mereka yang kedengaran sampai ke meja putri Jaya. Kantinnya, sih, yang hening. "Ini murid kayak gitu serius ditemenin? Diagung-agungkan? Ditakuti?" Aylin heran, kenapa tidak dikucilkan saja s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN