"Happy birth day, Papiii!" Serempak, keluarga kecil itu mengucapkannya di detik sang papi memasuki rumah. Gagang pintu bahkan masih Jaya genggam, tatapannya sontak langsung tertuju pada mereka yang memberi kejutan. Ada Januar yang menyalakan terompet, lalu Aylin lompat-lompat sambil meledakkan confetti hingga potongan kecil kertas warna-warni berhamburan. Sementara itu, mami mereka memegang kua tar berlilin. Bukan lilin angka. Jaya terkekeh. Malam itu .... Bahkan Julian dan Hyra juga hadir. Oh, beserta anak-anak mereka. Ralat, ya. Sepertinya ini keluarga besar, bukan keluarga kecil. Hanya memang tak ada orang tua dan mertua Jaya saja. "Tiup lilinnya, tiup lilinnya! Tiup lilinnya sekarang juga!" "Sekarang ... juuuga!" Astaga. Jaya manut skenario yang dibuat mereka. Tiup lilin di u

