Extra Part 21: Disebut Kakek

1143 Kata

"Sudah enakan?" Aylin mengangguk pelan. Bibirnya rapat. Sekarang mulai menjaga mulut lebih ketat. Aylin juga masih kena efek kemarin, tak berani membalas tatapan mata papi. Kepala Aylin diusap. Keningnya disentuh dengan punggung tangan. "Sekolahnya diantar Papi, ya?" ucap beliau. Aylin mengangguk lagi. Sekarang pipinya yang papi usap. "Bekalnya sudah?" Jaya tidak bermaksud mau memanjakan sang anak, tetapi perasaan tak tenang sudah mengungkapkan kekecewaannya tempo lalu kepada Aylin membuat dia ingin bersikap demikian. "Udah." Aylin mencicit. Jaya senyum. "Ya sudah, yuk, berangkat." Aylin pun melenggang ambil tas, lalu mencium tangan mami. "Nunu!" panggil Rea. "Berangkat sama papi, nih, bareng kakak!" Januar menutup buku, dia lalu memunculkan diri. Telah dimasukkannya ke dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN