138 | Terharu

1416 Kata

"Dari mana, sih, Mas—" Eh? Ada buah mangga yang disodorkan. "Pas banget waktu ngambil ini ada yang jualan, jadi Mas minta kreseknya buat bungkusin." Jaya memetik tiga, dia sodorkan kresek bening isi mangga kepada istrinya. Rea sontak tersenyum. "Cepat amankan, takut ketahuan yang punya," tutur Jaya. Rea pun langsung memasukkan buah mangga itu ke dalam tasnya. Syukurlah muat. "Makasih, Mas." "Hm." Demi anak. Ya, demi istri juga. Meski begitu, Jaya memetik buah mangga dengan cara halal. Tidak benar-benar mencuri. Asal Rea tidak tahu ... aman, kan? Nanti saja cerita kalau si jabangnya sudah dilahirkan. Ini pun kalau Jaya ingat. "Mas hampir melewatkan akadnya Aryo, lho." "Oh, berarti ini baru mau akad, ya?" "Iya." Jaya lalu meminta Pak Lili mendekat. Diangsurkannya ponsel, mint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN