Extra Part 35: Berandai-andai

1054 Kata

Bisa tidak, sih, waktu berjalan lambat agar hari-hari tidak lekas berlalu? Ini sungguh beda dengan apa yang Rea alami dulu. Dulu itu bawaannya ingin cepat-cepat besok, lalu besoknya lagi, dan seterusnya begitu sampai hari-hari yang dilewati serasa ekspres. Dan Rea tahu apa yang membuatnya merasa begitu. Sudah pasti soal keadaan. Dulu ... buat buka mata di pagi hari saja rasanya berat. Inginnya terus berada dalam mimpi. Serasa lelah duluan saat menyadari bahwa hidup harus dihadapi atas apa pun kenyataannya. Rasa sakit, amarah, hingga ketidakberdayaan yang dipikul membuat tak mau bertemu hari esok, tetapi juga inginnya hari yang dihadapi detik itu lekas berlalu. Demikianlah yang Rea rasakan dulu, tertanda sejak acara reuni kawan SMA. Saat telinganya mendengar omongan buruk dari Jonathan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN