BAB 61-1

701 Kata

“Sedihnya tuh nyampe ke gue, Kak.” “Padahal dia bersikap baik-baik aja kan?” “Justru itu. Tapi, mata kan nggak pernah bohong.” “Bener.” “Dan jauh lebih menyedihkan ngelihat orang yang pura-pura kuat.” “At least dia beruntung dikelilingi orang-orang yang peduli.” “Bukannya memang Rumah Sakit ini kayak gitu? Sebagian besar.” “Aamiin.” Aku kenal dengan dua pemilik suara dalam percakapan tersebut. Kepala unitku dan dr. April. Namun, pembicaraan mereka membuatku urung melewati pintu tangga darurat yang entah kenapa dibiarkan terbuka ini. Rasanya... aku yang tengah mereka bicarakan. Begitu bel lift berbunyi dan dr. Arshaka pamit turun kembali ke unit, aku menunggu sedikit lebih lama, baru melangkah keluar. dr. April berjalan beberapa meter di depanku, baru saja melewati pintu kaca Pol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN