BAB 63-1

905 Kata

“Nda janji ketemuan di mana?” tanya Papi. “Di atas, Pi. Nanti kok jam setengah limaan. Mereka kan ngincer suasana fairy forest at night-nya,” jawabku. “Nda mau rebahan di tempat Mama Ndien dulu aja.” “Sudah bilang?” “Sudah, Pi. Cantika juga pulang cepet kan kalau Jumat.” “Bakalan sampai malam dong ngumpulnya, Nda?” tanya Kang Iyal. “Pasti,” tanggapku sumringah. “Foto-foto, ngeteh, magriban, terus foto-foto lagi, makan malam, lanjut gibah dan cekikikan sampai diusir Onti Lian.” Pacarku mengerjap. “Akang mau ikut?” tanyaku. “Ikut nyumbang doa?” balasnya. Aku tergelak renyah. “Kayaknya pas ke Rinjani, Nda berempat deh,” ujarnya kemudian. “Oh, Nana kuliah di Osaka, Akang. Tahun ajarannya beda kan.” “Belum summer breaks?” Aku mengangguk. “Agustus nanti liburnya.” “I see.” “Dan Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN